Seperti yang diketahui dunia jika saat ini hubungan diplomatik diantara malaysaia dan juga Korea Utara saat ini memang tengah memanas pasca kasus pembunuhan Kim Jong Nam yang merupakan kakak Tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Belum usai konflik tersebut , Kini kembali ditemukan lagi fakta mengejutkan terkait hubungan diplomatik kedua negara. Dimana dalam temuan tersebut sebanyak lebih dari 1.000 orang warga Korut di Malaysia disebut-sebut sudah direncanakan demi terbentuknya jaringan intelijen di Malaysia.
Hal tersebut sendiri diungkapkan oleh seorang sumber yang dikutip kantor berita Malaysia dimana dalam hal tersebut , Sumber mengatakan tidak sulit untuk dipahami jika sebagian besar dari warga Korut di Negeri Jiran bekerja di bidang teknologi informasi (IT) untuk menyamarkan identitas.
Ribuan orang tersebut termasuk dalam kelompok beranggotakan sekira 100 ribu warga Korut yang bekerja di luar negeri. Para diaspora itu adalah harta berharga bagi rezim Pyongyang karena sering menghasilkan devisa, tidak jauh berbeda dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.
Dan seperti yang dikutip dari okezone jika sejumlah warga Korut yang bekerja di tambang biji besi di Sarawak selain bekerja di bidang IT. Mereka menjalin kemitraan erat dengan pengusaha setempat. Kemitraan tersebut menghasilkan kerjasama ekspor-impor produk Korut dan Malaysia meski hal tersebut dilarang dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.
Sementara itu , Warga Korut sendiri yang berada di luar negeri diwajibkan melapor kepada pihak Kedutaan Besar (Kedubes) setiap bulannya.
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon