Duterte Perintahkan Habisi Markas Abu Sayyaf Dengan Bom Meski Masih ada Sandera

Duterte Perintahkan Habisi Markas Abu Sayyaf  Dengan Bom Meski Masih ada Sandera

Anda pasti tidak asing dnegan betrita tentang  kasus penculikan yang terjadi di  Laut Sulu, Filipina. Dimana dalam kasus ini Beberapa WNI sempat menjadi korban dari penculikan yang dilakukan oleh kelompok separatis yang mengancam aktivitas pelayaran di Asia,'

Atas kasus penculikan dengan menjadikan sandera itu , Indonesia dan Malaysia yang juga menjadi salah satu target sandera dari kelompok  Abu Sayyaf . Dan dalam kasus ini , Presiden Filipina , Rodrigo Duterte yang di kenal tidak segan-segan membasi kejahatan termasuk kasus kriminal dan narkoba di negaranya  pun memerintahkan untuk menghabisi markas  Abu Sayyaf dengan cara mengebommnya.

Instruksi tersebut sendiri disampaikan sendiri oleh Duterte  kepada Angkatan Laut dan penjaga pantai Filipina. Dan dirinya yang  Bahkan mengaku tidak peduli jika upaya tersebut dapat menewaskan sejumlah sandera.

" Jika di sana ada para penculik dan mereka mencoba kabur, bombardir mereka dan habisi mereka." Ucap Duterte.

Menurut Duterte sendiri , Dalam kasus penculikan ini bertambahnya jumlah tebusan yang dibayarkan kepada kelompok pencuri itu malah malah akan menambahkan aksi penculikan semakin menjadi. Selain itu juga dengan memberi tebusan kepada kelompok militan tersebut hanya akan memperluas jaringan mereka.
Previous
Next Post »